Perbedaan pembunuhan dan penganiayaan berat yang mengakibatkan kematian sangatlah tipis. Meskipun sama-sama menyebabkan kematian, di mata hukum keduanya memiliki kedudukan yang berbeda.

Agar Anda tidak salah dalam mengidentifikasi sebuah perkara, kami akan menjabarkan perbedaan keduanya. Sebab, tidak jarang ditemukan seorang terdakwa yang melakukan penganiayaan berat dan menyebabkan kematian justru dituntut bersalah melakukan pembunuhan.

Dalam Kitab Hukum Pidana (KUHP) keduanya diatur secara terpisah. Perkara pembunuhan diatur dalam Pasal KUHP 338 tentang Pembunuhan. Sementara penganiayaan berat diatur dalam Pasal KUHP 354 tentang Penganiayaan Berat.

Perbedaan Pembunuhan dan Penganiayaan Berat

Tindak pidana yang menyebabkan kematian adalah tindak pidana yang berat karena mengakibatkan hilangnya hak hidup bagi seseorang. Oleh karena itu perlu diketahui apakah pembunuhan tersebut dilakukan dengan sengaja atau tidak sebagai landasan untuk menentukan hukuman.

Bahkan sebelum Anda mencari cara menuntut ganti rugi kasus penganiayaan, perlu dipahami terlebih dahulu kasus penganiayaan yang dimaksud masuk dalam kategori apa. Apakah penganiayaan ringan, berat, atau yang lainnya?

Apakah kasus tersebut melibatkan pelaku penganiayaan langsung atau sekadar menyebar video penganiayaan. Jika yang dihadapi adalah pelaku penyebar konten, maka Anda harus mencari langkah hukum melaporkan penyebar video penganiayaan

Undang-undang penyebar video penganiayaan sudah ada untuk mengatur penyebaran konten yang dilarang undang-undang. Jadi Anda perlu mengetahui perbedaannya untuk tahu landasan hukum apa yang akan dijadikan pijakan. 

Definisi dan Jenisnya

Dalam buku kedua KUHP, pembunuhan dijelaskan sebagai suatu perbuatan yang menghilangkan nyawa orang lain. Sedangkan penganiayaan berat merupakan perbuatan yang menimbulkan luka terhadap orang lain hingga mengakibatkan kematian.

Jenis-jenis pembunuhan berdasarkan hukumannya adalah pembunuhan secara sengaja, semi sengaja (penganiayaan yang menyebabkan kematian) dan pembunuhan secara tidak disengaja.
Sementara penganiayaan didasarkan pada hukumannya menurut KUHP dalam bab XX dijabarkan antara lain penganiayaan, penganiayaan ringan (352 KUHP), penganiayaan berencana (353 KUHP), penganiayaan berat (354 KUHP), dan penganiayaan berat dan berencana (355 KUHP).

Jadi pada dasarnya perbedaan pembunuhan dengan penganiayaan berat yang mengakibatkan kematian ada di lapis yang berbeda. Penganiayaan berat yang menyebabkan kematian berada di bawah tindak pidana pembunuhan. 

Perbedaan Pembunuhan dan Penganiayaan Berat Berdasarkan Hukumannya

Selain dari definisinya, perbedaan pembunuhan dengan penganiayaan berat bisa dilihat dari hukumannya. Karena berada di lapisan atas, hukuman untuk tindak pidana pembunuhan lebih berat daripada penganiayaan berat.

Sanksi yang diberikan kepada pelaku untuk pidana pembunuhan secara sengaja adalah maksimal hingga 15 tahun. Sedangkan untuk penganiayaan berat yang mengakibatkan kematian hukuman maksimal adalah 10 tahun.

Memahami perbedaan hukuman antara pembunuhan dan penganiayaan penting bagi tersangka, terdakwa, ataupun pembela agar dapat mengupayakan pembelaan maksimal. Atau untuk menguatkan tuntutan apabila Anda berada di pihak korban.

Membedakan Tindak Pidana Pembunuhan dan Penganiayaan Berat

Perbedaan paling mendasar yang bisa dijadikan landasan terletak pada unsur ‘dengan sengaja’ atau ‘tidak dengan sengaja’. Dengan sengaja berarti akibat tindakan tersebut sejatinya diketahui dan dikehendaki pelaku.

Dengan kata lain, pelaku pembunuhan mengetahui dan menghendaki akibat perbuatan yang dilakukan, yaitu untuk menghilangkan nyawa korban. Sementara penganiayaan berat lebih menitikberatkan pada perilaku ‘penganiayaan’ tanpa kehendak membunuh.

Mengetahui niat seseorang apakah ingin membunuh atau sekadar menganiaya dan tanpa sengaja mengakibatkan kematian bukanlah hal mudah. Sebab tidak ada indikator yang jelas kapan seseorang dianggap membunuh atau menganiaya.

Untuk itu diperlukan yurisprudensi atau serangkaian putusan hukum yang diterbitkan oleh pengadilan dan memiliki kekuatan hukum yang mengikat untuk memudahkan identifikasi terhadap hal ini.

Berdasarkan yurisprudensi tersebut, unsur dengan sengaja menghilangkan nyawa akan terpenuhi jika pelaku menyerang si korban dengan alat di bagian tubuh yang terdapat organ vital. Dapat berupa bagian dada, perut, ataupun kepala.

Dengan demikian Anda perlu mengetahui kronologis dari kejadian tersebut. Bagian mana yang diserang dan luka, apakah menggunakan alat, apakah di bagian tubuh yang vital?Anda juga dapat mempelajari kasus-kasus yang sudah diputuskan oleh pengadilan sehubungan dengan pembunuhan dan penganiayaan berat. Sehingga Anda lebih peka untuk melihat perbedaan pembunuhan dan penganiayaan berat yang sedang Anda hadapi.


Seluruh informasi hukum yang ada di artikel ini disiapkan semata-mata untuk tujuan pendidikan dan bersifat umum. Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan konsultan hukum berpengalaman dengan klik tombol konsultasi di bawah.