Salah satu tindak pidana yang banyak terjadi adalah pembunuhan. Seseorang yang dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain atau melakukan pembunuhan, pastinya akan dijerat pidana. Oleh karena itu aturannya ada pada pasal pembunuhan.

Apa Itu Pembunuhan

Pembunuhan adalah suatu aktivitas yang dilakukan oleh seseorang dan beberapa orang yang menyebabkan seseorang dan beberapa orang kehilangan nyawa. Tindak pidana pembunuhan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana termasuk dalam tindakan kejahatan terhadap nyawa.

Jenis-Jenis Pembunuhan

Ada beberapa jenis tindak pidana pembunuhan berdasarkan KUHP, seperti berikut:

1. Pembunuhan dengan pemberatan

Pembunuhan yang disertai, diikuti, atau didahului oleh tindak pidana yang dilakukan dengan tujuan untuk mempersiapkan atau mempermudah pelaksanaannya atau untuk melepaskan diri sendiri maupun peserta yang lainnya dari pidana jika tertangkap tangan ataupun untuk memastikan penguasaan barang yang didapatkannya dengan cara melawan hukum akan diancam dengan pidana seumur hidup atau pidana penjara selama waktu tertentu maksimal dua puluh tahun”.

2. Pembunuhan biasa

“Barang siapa yang dengan sengaja merampas nyawa orang lain akan diancam dengan pembunuhan yang hukumannya maksimal lima belah tahun”.

3. Pembunuhan berencana

“Barang siapa yang dengan sengaja dan dengan direncanakan merampas nyawa orang lain, diancam dengan pidana pembunuhan berencana dengan hukuman pidana mati atau pidana seumur hidup atau pidana waktu tertentu maksimal dua puluh tahun”.

4. Pembunuhan bayi berencana

“Seorang ibu yang untuk melakukan keputusan yang diambilnya dikarenakan takut akan diketahui bahwa dia akan melahirkan anak, menghilangkan nyawa anaknya pada saat anak tersebut dilahirkan atau tidak lama kemudian, akan diancam dengan tindakan pembunuhan berencana anak sendiri dengan pidana penjara maksimal sembilan tahun”.

5. Pembunuhan bayi oleh ibunya

“Seorang ibu yang takut akan diketahui bahwa ia melahirkan anak dengan sengaja menghilangkan nyawa anaknya ketika anak tersebut dilahirkan atau setelah itu, akan diancam karena membunuh anak sendiri dengan pidana penjara maksimal tujuh tahun”.

6. Dokter atau bidan atau tukang obat yang membantu menggugurkan kandungan

“Jika seorang dokter, bidan atau juru obat yang membantu melakukan kejahatan tersebut dalam pasal pembunuhan 349, atau melakukan atau membantu melakukan salah satu kejahatan yang dijelaskan dalam pasal pembunuhan 347 dan 348, maka pidana yang ditentukan dalam pasal tersebut bisa ditambah dengan sepertiga dan bisa dicabut haknya untuk menjalankan pekerjaannya karena dilakukannya kejahatan tersebut”.

7. Matinya kandungan dengan izin perempuan

  1. Barang siapa yang sengaja menggugurkan atau mematikan kandungan seorang wanita dengan persetujuan wanita tersebut, diancam pidana penjara maksimal lima tahun enam bulan
  2. Jika perbuatan itu menyebabkan seorang wanita meninggal, maka diancam dengan hukuman penjara maksimal lima belas tahun.

8. Pengguguran kandungan tanpa izin ibunya

  1. Barang siapa yang sengaja menggugurkan atau mematikan kandungan seorang wanita tanpa persetujuan wanita tersebut diancam penjara maksimal dua belas tahun.
  2. Jika perbuatan tersebut menyebabkan wanita tersebut meninggal, maka diancam dengan penjara maksimal lima belas tahun.

9. Pengguguran kandungan karena izin ibunya

“Seorang wanita yang sengaja menggugurkan atau mematikan kandungannya atau menyuruh orang lain untuk melakukannya diancam pidana penjara maksimal empat tahun”

10. Menyuruh atau membatu bunuh diri seseorang

“Barang siapa yang sengaja membujuk orang lain untuk bunuh diri, menolong dalam perbuatan tersebut dan memberi sarana untuk melakukan hal tersebut, diancam pidana penjara maksimal empat tahun jika orang tersebut jadi bunuh diri”.

11. Pembunuhan atas permintaan yang bersangkutan

“Barang siapa merampas nyawa orang lain berdasarkan permintaan sungguh-sungguh orang itu, diancam pidana penjara maksimal dua belas tahun”

Perbedaan Pembunuhan dan Penganiayaan Berat

1. Berdasarkan definisinya

Dalam buku kedua KUHP, pembunuhan dijelaskan sebagai suatu perbuatan yang menghilangkan nyawa orang lain. Sedangkan penganiayaan berat merupakan perbuatan yang menimbulkan luka terhadap orang lain hingga mengakibatkan kematian.

2. Berdasarkan jenisnya

Jenis-jenis pembunuhan berdasarkan hukumannya adalah pembunuhan secara sengaja, semi sengaja (penganiayaan yang menyebabkan kematian) dan pembunuhan secara tidak disengaja.

Sementara penganiayaan didasarkan pada hukumannya menurut KUHP dalam bab XX dijabarkan antara lain penganiayaan, penganiayaan ringan (352 KUHP), penganiayaan berencana (353 KUHP), penganiayaan berat (354 KUHP), dan penganiayaan berat dan berencana (355 KUHP).

Jadi pada dasarnya perbedaan pasal pembunuhan dengan penganiayaan berat yang mengakibatkan kematian ada di lapis yang berbeda. Penganiayaan berat yang menyebabkan kematian berada di bawah tindak pidana pembunuhan.

3. Berdasarkan hukumannya

Selain dari definisinya, perbedaan pasal pembunuhan dengan penganiayaan berat bisa dilihat dari hukumannya. Karena berada di lapisan atas, hukuman untuk tindak pidana pembunuhan lebih berat daripada penganiayaan berat.

Sanksi yang diberikan kepada pelaku untuk pidana pembunuhan secara sengaja adalah maksimal hingga 15 tahun. Sedangkan untuk penganiayaan berat yang mengakibatkan kematian hukuman maksimal adalah 10 tahun.

Ancaman Hukuman Pasal Pembunuhan

  • Pembunuhan yang tidak direncanakan dan tidak diikuti dengan tindak pidana lainnya diatur dalam pasal pembunuhan 338 KUHP yang hukumannya maksimal 15 tahun penjara.
  • Pembunuhan yang dilakukan dengan tindak pidana lain diatur dalam pasal pembunuhan 339 KUHP dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara atau seumur hidup.
  • Pembunuhan berencana diatur dalam pasal pembunuhan 340 KUHP dengan hukuman maksimal mati.
  • Pembunuhan yang dilakukan seorang ibu pada nyawa bayinya diatur dalam pasal pembunuhan 341 KUHP dengan ancaman penjara maksimal 7 tahun.

Unsur - Unsur Dalam Tindak Pidana Pembunuhan

Setidaknya ada dua unsur dalam tindak pidana pembunuhan yang ada dalam pasal pembunuhan 338 yaitu:

1. Unsur subjektif dengan sengaja

Dengan sengaja berarti perbuatan tersebut dilakukan dengan sengaja dan kesengajaan tersebut perlu timbul pada saat itu juga yang dimaksudkan dalam pasal pembunuhan 338 KUHP adalah tindakan yang tidak dilakukan tanpa direncanakan terlebih dulu. Sedangkan yang ada dalam Pasal 340 KUHP merupakan suatu tindakan yang disengaja guna menghilangkan nyawa orang lain yang terbentuk dengan cara direncanakan terlebih dulu.

2. Unsur objektif perbuatan menghilangkan nyawa

Unsur pembunuhan adalah menghilangkan nyawa sehingga unsur ini juga diliputi dengan kesengajaan yang mana pelaku memang menghendaki tindakan tersebut. Dalam perbuatan untuk menghilangkan nyawa, perlu ada 3 syarat yang dipenuhi, yaitu:

  1. Adanya kematian orang lain
  2. Adanya wujud perwujudan
  3. Adanya hubungan sebab akibat

Pasal Pembunuhan

1. Pasal pembunuhan tidak berencana

Pasal pembunuhan tidak berencana ada dalam Pasal 338 KUHP “Barangsiapa yang sengaja menghilangkan nyawa orang lain diancam dengan makar mati dengan hukuman penjara maksimal lima belas tahun”

Unsur yang ada dalam pasal pembunuhan ini adalah unsur subjektif atau dengan sengaja dan unsur objektif yaitu dengan sengaja, menghilangkan, nyawa, orang lain.

2. Pasal pembunuhan berencana

Pasal pembunuhan berencana ada dalam Pasal 340 KUHP “Barangsiapa yang dengan sengaja dan dengan direncanakan terlebih dulu menghilangkan nyawa orang lain, dihukum dengan pembunuhan berencana dengan hukuman mati atau penjara seumur hidup atau penjara maksimal dua puluh tahun”

Pembunuhan ini bisa dikatakan sebagai tindak pidana pembunuhan yang paling berat dalam hal ancaman pidananya. Dalam tindak pidana ini terdapat dua unsur yaitu subjektif: dengan sengaja dan direncanakan terlebih dulu serta unsur objektif: menghilangkan dan nyawa orang lain.

Pasal Pengancaman Pembunuhan

Ancaman pembunuhan sendiri termasuk dalam tindak kejahatan atau tindak pidana yang diatur dalam Pasal 368 ayat 1 bahwa “Barang siapa yang dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain dengan cara melawan hukum, memaksa seseorang dengan ancaman kekerasan atau kekerasan untuk memberikan barang sesuatu, yang sebagian atau seluruhnya adalah milik orang tersebut atau orang lain atau suapa membuat hutang atau menghapuskan piutang maka diancam karena pemerasan dengan pidana maksimal 9 tahun”

Sanksi Hukum Pelaku Pembunuhan

1. Sanksi hukum pelaku pembunuhan karena membela diri

Pembelaan diri bisa dilakukan secara sah berdasarkan hukum menurut Pasal 49 ayat 1 KUHP namun harus memenuhi ketentuan seperti:

  • Ada serangan atau ancaman yang melawan hukum
  • Harus ada jalan lain untuk mengalahkan serangan pada saat itu
  • Perbuatan pembelaan harus seimbang dengan sifat nya serangan ancaman

Jika ada pembelaan diri yang diluar batas, maka harus dibuktikan pembelaan yang dilakukan tersebut dalam keadaan keguncangan jiwa yang hebat. Sehingga berdasarkan pasal 49 ayat 2 tindakan tersebut tidak bisa dijatuhi pidana.

2. Sanksi hukum pelaku pembunuhan tidak berencana

Sanksi yang bisa diberikan pada pelaku pembunuhan tidak berencana sesuai yang ada pada pasal pembunuhan 338 KUHP adalah ancaman penjara paling lama lima belas tahun.

3. Sanksi hukum pelaku pembunuhan berencana

Kemudian untuk sanksi hukum pelaku pembunuhan berencana sesuai pasal 340 KUHP adalah ancaman hukuman maksimal hukuman mati.

4. Sanksi hukum pelaku pembunuh bayaran

Seorang pelaku pembunuh bayaran bisa dikenakan sanksi sebagaimana perbuatan yang dilakukannya. Dalam hal ini bisa termasuk dalam Pasal 340 KUHP yang mana hukumannya maksimal adalah hukuman mati.

Konsultasikan Masalah Pasal Pembunuhan Melalui Justika

Tindakan pembunuhan termasuk dalam tindak pidana pembunuhan yang juga diatur dalam pasal pembunuhan. Untuk itu, Anda bisa berkonsultasi dengan advokat terpercaya yang sudah berpengalaman lebih dari 5 tahun dengan seleksi yang ketat di Justika guna mendapatkan solusi atas permasalahan Anda melalui beberapa layanan berbayar berikut:

Konsultasi via Chat

Kini, konsultasi chat dengan advokat berpengalaman hanya mulai dari Rp 30.000 saja. Dengan harga tersebut Anda sudah bisa mendapatkan solusi permasalahan hukum Anda dengan cara menceritakan permasalahan yang dihadapi melalui kolom chat. Nantinya sistem akan mencari advokat guna membantu menyelesaikan permasalahan Anda.

Konsultasi via Telepon

Untuk permasalahan yang membutuhkan solusi lebih lanjut, Anda bisa memanfaatkan layanan konsultasi telepon mulai dari Rp 350.000 selama 30 menit atau Rp 560.000 selama 60 menit.

Konsultasi via Tatap Muka

Konsultasi tatap muka bisa dilakukan ketika Anda benar-benar membutuhkan saran secara langsung dari advokat terpercaya untuk kasus yang lebih rumit. Hanya dengan Rp 2.200.000 saja, Anda sudah bisa bertemu secara langsung selama 2 jam untuk bertanya lebih dalam hingga menunjukkan dokumen-dokumen yang relevan untuk membantu permasalahan Anda.


Seluruh informasi hukum yang ada di artikel ini disiapkan semata-mata untuk tujuan pendidikan dan bersifat umum. Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan konsultan hukum berpengalaman dengan klik tombol konsultasi di bawah.