Ada banyak sekali macam hak perlindungan anak yang sudah diatur oleh pemerintah hingga saat ini. Tujuan dari penerapan poin-poin tersebut adalah untuk memaksimalkan kesejahteraan anak itu sendiri. Di sisi lain, keberadaan dari UU satu ini bertujuan untuk meminimalisir risiko kekerasan terhadap anak

Seringkali anak menjadi korban konflik dari orang tua mereka. Karenanya pemerintah telah merancang Undang-Undang no 3 tahun 2014 yang secara gamblang membahas apa saja hak dan kewajiban anak dengan sangat detail.

Mengenal Lebih Jauh Tentang Perlindungan Anak

Sebelum kita melakukan pembahasan lebih lanjut, penting sekali bagi Anda untuk mengenal lebih jauh tentang hak perlindungan anak itu sendiri. Bicara bentuk perlindungan anak, tentu saja ini merupakan ranah yang sangat luas. 

Karenanya itu di dalam penerapan undang-undang satu ini, pemerintah telah membaginya menjadi beberapa macam hak perlindungan anak. Tentu saja pembagian ini bertujuan untuk memaksimalkan manfaat dari undang-undang itu sendiri.

Jika diartikan secara harfiah, perlindungan anak adalah segala bentuk aktivitas yang bertujuan untuk melindungi anak dan menjamin hak-haknya. Tujuannya agar mereka bisa berkembang, berpartisipasi sesuai harkat kemanusiaan dan mendapatkan perlindungan dari diskriminasi atau kekerasan.

Anak sendiri secara hukum merupakan manusia dengan usia kurang dari 18 tahun. Anak yang masih ada dalam kandungan juga masuk ke dalam kategori ini. Hal ini mengacu pada Undang-Undang Perlindungan Anak Nomor 35 tahun 2014.

Perlindungan terhadap anak ini bertujuan untuk memaksimalkan kesejahteraan anak-anak di seluruh dunia dan meningkatkan potensi hidup yang lebih baik bagi mereka di masa depan. 

Ketika hak-hak perlindungan anak ini tidak diberikan sepenuhnya, tentu saja ada sanksi yang akan diberikan oleh pemerintah. Sanksi ini sendiri sangat beragam tergantung tingkat kesalahan yang dilakukan.

Saat ini ada banyak sekali badan Perlindungan Anak yang didirikan di Indonesia maupun di dunia. Keberadaan dari Instansi seperti ini bertujuan agar penerapan dari undang-undang tersebut berjalan dengan lancar di seluruh pelosok negeri.

30 Macam Hak Perlindungan Anak Mengacu Pada UU No 35 Tahun 2014

Sebagai intisari dari penerapan UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak, ada 30 poin utama yang harus diterapkan oleh orang tua atau wali sebagai bentuk perlindungan terhadap anak-anak mereka. 

Dengan penerapan secara menyeluruh terhadap poin-poin ini, tentu saja kesejahteraan anak akan meningkat dengan sangat baik. Berikut ini hak perlindungan anak yang sudah diatur oleh pemerintah hingga saat ini.

  1. Hak untuk tumbuh, hidup dan berkembang dengan baik
  2. Mendapatkan izin untuk bermain dan bergaul dengan rekan sebayanya
  3. Mendapatkan hak untuk berwisata atau rekreasi bersama keluarga ataupun sendiri
  4. Memiliki kebebasan untuk berkreasi dalam konteks tidak membahayakan
  5. Hak untuk beristirahat sesuai kebutuhan tubuh mereka
  6. Memanfaatkan waktu luang
  7. Ikut berpartisipasi dalam banyak hal
  8. Memiliki hak untuk berpendapat dan didengar oleh orang tuanya
  9. Hak untuk diasuh oleh orang tua kandungnya sendiri
  10. Tetap berkomunikasi dengan orang tua meskipun dipisahkan
  11. Beribadah berdasarkan agama yang dipilihnya
  12. Mendapatkan nama yang baik dari orang tua
  13. Memiliki identitas yang jelas
  14. Memilih dan mendapatkan kewarganegaraan
  15. Mendapatkan pendidikan dan pengajaran yang layak dari orang tua
  16. Mendapatkan Informasi dan pengajaran sesuai sesuai usia masing-masing
  17. Mendapatkan pelayanan kesehatan dan jaminan sosial sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku
  18. Mendapatkan kebebasan sebagai warga negara sesuai hukum yang berlaku.
  19. Mendapatkan bantuan hukum dan jenis bantuan lainnya jika diperlukan
  20. Mendapatkan perlindungan dari bentuk diskriminasi dan ketidakadilan
  21. Perlindungan dari eksploitasi seksual dan ekonomi
  22. Perlindungan dari bentuk penelantaran apapun
  23. Perlindungan dari penganiayaan, kekerasan dan kekejaman
  24. Mendapatkan perlindungan dari perlakuan salah lainnya
  25. Hak untuk tidak terlibat dalam bentuk kegiatan politik apapun atau politisasi tanpa mereka sadari
  26. Hak untuk tidak terlibat dalam sengketa dengan senjata berbahaya
  27. Hak untuk tidak terlibat dalam peristiwa apapun yang memiliki unsur kekerasan
  28. Mendapatkan hak untuk tidak terlibat di dalam bentuk peperangan apapun
  29. Terhindarkan dari hukuman yang tidak sesuai norma manusia
  30. Hak untuk terhindar dari sasaran penganiayaan

Menerapkan semua poin di atas adalah wajib jika dilihat dari sudut pandang hukum. Jika Anda melakukan pelanggaran terhadap macam hak perlindungan anak yang sudah kami jelaskan di atas, kesalahan tersebut bisa diproses secara pidana.


Seluruh informasi hukum yang ada di artikel ini disiapkan semata-mata untuk tujuan pendidikan dan bersifat umum. Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan konsultan hukum berpengalaman dengan klik tombol konsultasi di bawah.