Bentuk perlindungan anak diatur dengan baik oleh Undang-Undang. Karenanya sebagai orang tua dan masyarakat, kita harus berperan serta dalam penerapan undang-undang tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Pemerintah sendiri telah merilis Undang-Undang Perlindungan Anak Nomor 35 tahun 2014 untuk memudahkan masyarakat dalam melakukan penerapan perlindungan terhadap anak ini. 

Pada undang-undang tersebut dibahas dengan jelas apa saja hak dan kewajiban seorang anak. Dalam hal ini, masyarakat juga memiliki peranan besar dalam penerapannya. Harus ada kerjasama dari berbagai elemen agar penerapan undang-undang ini bisa berjalan dengan lancar di lapangan. 

5 Bentuk Perlindungan Anak Berdasarkan UU No 35 tahun 2014

Setelah kami riset lebih jauh, ternyata ada 5 bentuk perlindungan terhadap anak yang termaktub di dalam undang-undang No 35 tahun 2014 ini. Penting sekali untuk melakukan penerapan perlindungan anak ini secara menyeluruh agar kesejahteraan anak dalam negeri semakin meningkat.

Di sisi lain, tujuan dari penerapan bentuk perlindungan ini adalah demi meningkatkan kualitas Generasi Indonesia di masa depan. Lantas apa saja bentuk perlindungan tersebut? Langsung saja simak penjelasannya di bawah ini

Perlindungan Anak dari kebodohan

Bentuk perlindungan yang pertama adalah perlindungan dari kebodohan. Realisasinya tentu saja dengan memberikan pengajaran dan pendidikan yang baik terhadap anak. Pendidikan yang layak adalah hak bagi semua warga negara.

Berikan pendidikan terbaik bagi anak dari mulai pendidikan formal dan informal. Ini merupakan hak anak yang sudah diatur oleh undang-undang. Anak diberikan kebebasan untuk memilih bentuk pendidikan dan karir mereka. 

Orang tua hanya bertugas untuk memberikan fasilitas yang memadai agar cita-cita mereka bisa direalisasikan. Ilmu pengetahuan menjadi bentuk perlindungan terbaik bagi mereka untuk menjalani kehidupan.

Perlindungan dari kekerasan

Bentuk dari perlindungan anak lainnya adalah perlindungan dari kekerasan. Kita semua tahu kalau saat ini ada banyak anak yang menjadi korban kekerasan dari konflik yang dialami oleh orang tuanya. 

Kekerasan terhadap anak juga terbagi menjadi dua yakni kekerasan fisik dan kekerasan mental. Bentuk kekerasan ini tidak harus selalu datang dari orang tua, tapi juga dari pihak lainnya. 

Sebagai orang tua, Anda wajib memberikan perlindungan jika ada pihak lain yang mengancam keamanan anak. Macam hak perlindungan anak satu ini juga diatur dengan jelas oleh undang-undang. 

Apapun bentuk kekerasannya, hal tersebut sangat berpengaruh terhadap perkembangan psikologis anak. Kekerasan terhadap anak dilarang secara keras oleh undang-undang yang berlaku di negara ini dan internasional. Pelanggaran terhadap hal ini akan dijerat hukum pidana.

Perlindungan kesehatan fisik dan mental 

Bentuk perlindungan anak lainnya adalah mendapatkan jaminan kesehatan fisik dan mental dari orang tuanya. Cara untuk memberikan perlindungan satu ini adalah dengan mengajak anak berkonsultasi dengan dokter secara rutin untuk pengecekan kesehatan mereka.

Di sisi lain, orang tua juga harus memberikan makanan yang bergizi untuk memastikan kesehatan anak terjamin dengan baik secara fisik. Secara mental, orang tua memberikan pengajaran yang baik agar kehidupan anak menjadi seimbang.

Perlindungan Kebebasan

Orang tua juga memiliki kewajiban untuk memberikan anak kebebasan. Kebebasan ini berlaku dalam berbagai hal. Tentu saja dengan batasan yang sudah diatur oleh norma dan undang-undang yang berlaku saat ini. 

Anak adalah warga negara yang memiliki kebebasan untuk mengungkapkan aspirasi dan pendapat mereka. Pengekangan terhadap kebebasan berpendapat juga merupakan sebuah pelanggaran hukum dan melanggar bentuk perlindungan anak.

Perlindungan kebebasan ini juga berlaku dalam kehidupan sehari-hari. Seorang anak hendaknya diberikan kebebasan untuk bermain dan bergaul dengan teman-teman sebaya mereka. Orang tua jangan terlalu mengekang mereka dalam hal ini. 

Perlindungan dari Eksploitasi

Orang tua juga wajib menghindarkan anak mereka dari risiko eksploitasi. Eksploitasi ini tentunya berlaku dalam banyak aspek dari mulai eksploitasi tenaga, uang, seksualitas dan lain sebagainya. Eksploitasi terhadap anak merupakan sebuah pelanggaran hukum yang berat.

Biarkan saja anak melewati masa mereka sebagai anak-anak. Ini merupakan sebuah kewajiban yang tidak boleh dilanggar oleh orang tua dan wali. Bentuk perlindungan satu ini wajib untuk dikaji ulang di era modern karena banyak yang tidak sadar sedang melakukannya.Orang tua adalah guru pertama bagi anak, karenanya orang tua memiliki peranan terbesar dalam memberikan perlindungan kepada anak-anaknya. Bentuk perlindungan anak yang kami jelaskan di atas hanya gambaran umum saja karena orang tua pasti memahami detailnya dengan lebih baik. 


Seluruh informasi hukum yang ada di artikel ini disiapkan semata-mata untuk tujuan pendidikan dan bersifat umum. Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan konsultan hukum berpengalaman dengan klik tombol konsultasi di bawah.