Di kalangan masyarakat dan penyintas, sudah sering ditemui alur untuk melaporkan kasus pemerkosaan terabaikan, bahkan tidak ditangani sama sekali. Bukannya mendapatkan perlindungan yang semestinya, korban difitnah dan disalahkan atas kejadian tersebut.

Hal ini bukanlah permasalahan sepele, bayangkan jika keluarga atau kenalan terdekat mengalami hal serupa, siapa yang akan disalahkan? Semua orang seharusnya meningkatkan kepekaan dan simpati terhadap korban.

Ikuti Alur Untuk Melaporkan Kasus Pemerkosaan Ini

Korban perkosaan mempunyai hak untuk menuntut keadilan serta membuat para pelaku terjerat pasal pemerkosaan dan hukuman, caranya dengan melapor. Lalu jika mengalami hal serupa, bagaimana cara melaporkannya dengan benar?

  1. Melakukan Visum sebagai Bukti 

Jika mengalami pelecehan, jangan pernah takut ataupun menunda untuk membuat laporan pada pihak berwajib. Tenangkan diri terlebih dahulu, namun jangan membersihkan diri agar bukti tidak hilang.

Termasuk mandi, berganti pakaian, ataupun mencuci menggunakan air, karena kemungkinan besar jejak pelaku masih ada di sana. Langkah pertama ini merupakan langkah strategis dalam upaya pengumpulan bukti.

Kumpulkan semua bukti baik fisik maupun digital, misalnya pakaian atau benda lainnya milik pelaku. Hindari menyentuh bukti dengan tangan kosong, gunakan plastik sehingga sidik jari pelaku tidak hilang.

Jangan ragu untuk mencari pertolongan terdekat sehingga juga mengumpulkan dukungan untuk maju. Minta bantuan orang paling dekat untuk mendampingi ke fasilitas kesehatan ketika hendak melakukan visum.

Selain pergi ke layanan kesehatan, Anda bisa pergi ke psikolog sebagai langkah utama menangani kondisi shock. Dengan begitu, setidaknya kondisi mental akan lebih stabil dan kuat.

Jangan menyalahkan diri sendiri atas kasus pelecehan atau kekerasan seperti alur untuk melaporkan kasus pemerkosaan, karena pelaku yang bersalah. Kumpulkan kekuatan melalui keyakinan tersebut untuk menghadapi pelaku supaya mendapat hukuman.

  1. Melapor ke Lembaga Berwenang 

Segera laporkan kejadian pelecehan ke kantor polisi terdekat, selain itu Anda juga bisa melapor ke Komnas HAM, Komnas Perempuan, P2TP2A, hingga Kemenkumham. Sebaiknya jangan datang seorang diri, ajaklah seseorang.

Bawa serta teman terdekat, anggota keluarga, atau saksi di tempat kejadian, dan lebih baik lagi apabila didampingi kuasa hukum. Terkadang korban menjumpai pertanyaan bodoh seperti ‘apakah merasa nikmat?’ dan sebagainya.

Bahkan tidak jarang pada beberapa contoh kasus pemerkosaan, korban justru mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan, misalnya terkesan tidak dipedulikan. Beberapa oknum malah menyalahkan cara berpakaian, padahal bukan seperti itu analoginya.

  1. Jika Diabaikan Kepolisian, Lapor Ombudsman

Apabila terdapat oknum aparat penegak hukum yang berlaku demikian, laporkan saja kasus Anda ke Ombudsman. Bawa serta Kartu Keluarga dan Kartu Tanda Penduduk sebagai bukti identitas pribadi.

Jika mempunyai bukti tertulis mengenai pengabaian tersebut, sebaiknya sertakan agar pihak Ombudsman juga bisa menindaklanjuti. Langkah ini adalah salah satu cara mendapatkan keadilan dengan mudah.

Setelah datang ke kantor Ombudsman, biasanya korban akan diminta menjelaskan kronologi secara langsung. Saat ini terdapat perwakilan Ombudsman di 34 provinsi seluruh Indonesia, hubungi melalui telepon 137 atau 0821373737.

Selain melapor kepada Ombudsman, kelalaian oknum aparat penegak hukum kepada PROPAM. Karena tidak dapat membuat laporan baru di kantor berbeda, langsung bawa laporan tersebut ke tingkat POLDA.

  1. Melaporkan Pelecehan ke Cloud Contact Center 

Saat ini terdapat sebuah wadah untuk menampung laporan kasus pelecehan secara cepat dan lebih baik. Cloud Contact Center, yaitu platform hasil kerja sama antara Komnas Perempuan, ipSCAPE, serta Telkomtelstra.

Cloud Contact Center memudahkan Komnas Perempuan untuk segera menindaklanjuti kasus kekerasan dan pelecehan terhadap perempuan. Sehingga penanganan menjadi lebih cepat dan efisien, tanpa perlu banyak tahapan.

Platform ini juga akan memudahkan pemantauan perkembangan kasus secara berkala, bahkan bisa membuat panggilan dari database. Indonesia menjadi satu langkah lebih maju dalam penanganan dan pendampingan kasus kekerasan.

Siapapun korbannya, jangan pernah ragu atau takut untuk melapor kasus pelecehan dan kekerasan. Saatnya membuat para pelaku jera dan mendapatkan lama hukuman pidana pemerkosaan setimpal, dengan menghubungi: 

  • Call Center Komnas Perempuan: 021 80605399 atau 021 3903963 , 
  • Layanan Pengaduan Kemenpppa: 082125751234, 
  • Website kemenpppa.go.id,
  • LBH Apik: 081388822669 serta 021 87797289.

Tanpa keberanian dan dukungan orang terdekat, korban akan merasa kecil, sehingga tidak sanggup menghadapi kejahatan atau trauma. Alur untuk melaporkan kasus pemerkosaan ini akan menjadi salah satu langkah strategis.

Justika Dapat Membantu Jika Anda Masih Bingung

Anda bisa mengkonsultasikan perihal tata cara hibah tanah tersebut dengan mitra advokat andal dan profesional Justika. Anda bisa memanfaatkan layanan hukum Justika lainnya, seperti Layanan Konsultasi Chat, Konsultasi via Telepon dan  Konsultasi Tatap Muka.

Lawyer yang bergabung di Justika merupakan lawyer pilihan yang melalui proses rekrutmen yang cukup ketat dengan pengalaman paling sedikit, yaitu 5 tahun berkarir sebagai advokat.

Kini, konsultasi chat dengan advokat berpengalaman hanya mulai dari Rp. 30.000 saja. Dengan harga tersebut Anda sudah bisa mendapatkan solusi permasalahan hukum Anda dengan cara menceritakan permasalahan yang dihadapi melalui kolom chat. Nantinya sistem akan mencari advokat guna membantu menyelesaikan permasalahan Anda.

Alur untuk melaporkan kasus pemerkosaan

Untuk permasalahan yang membutuhkan solusi lebih lanjut, Anda bisa memanfaatkan layanan konsultasi telepon mulai dari Rp. 350.000 selama 30 menit atau Rp. 560.000 selama 60 menit. 

Alur untuk melaporkan kasus pemerkosaan

Konsultasi tatap muka bisa dilakukan ketika Anda benar-benar membutuhkan saran secara langsung dari advokat terpercaya untuk kasus yang lebih rumit. Hanya dengan Rp. 2.200.000 saja, Anda sudah bisa bertemu secara langsung selama 2 jam untuk bertanya lebih dalam hingga menunjukkan dokumen-dokumen yang relevan untuk membantu permasalahan Anda.

Alur untuk melaporkan kasus pemerkosaan

Seluruh informasi hukum yang ada di artikel ini disiapkan semata-mata untuk tujuan pendidikan dan bersifat umum. Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan konsultan hukum berpengalaman dengan klik tombol konsultasi di bawah.