Hal yang wajib Anda ketahui tentang pembagian harta gono gini yaitu, pembagian harta gono gini cerai mati tanpa anak. Bisa dikatakan salah satu dari pasangan meninggal dunia, dan selama pasangan tersebut masih hidup belum dikaruniai seorang anak. Harta bersama atau harta gono gini yaitu harta yang diperoleh pada masa perkawinan. Bagaimana penjelasan mengenai pembagian harta gono gini cerai mati?

Pembagian Harta Gono Gini Cerai Mati Tanpa Anak

Menurut ketentuan Mahkamah Agung dalam Pasal 96 dan Pasal 97 KHI ketika salah satu pasangan meninggal terlebih dahulu, harta gono gini akan menjadi hak untuk pasangan yang masih hidup. Pasangan yang masih hidup memiliki hak untuk menggunakan dan mengelola harta bersama untuk keperluan hidupnya. 

Jika memiliki seorang anak dan masih berusia dibawah umur, maka harta tersebut selayaknya dipakai untuk kepentingan anak. Harta gono gini bisa diwariskan kepada anak sebagai harta asal anak tersebut. Ketika seorang janda cerai mati selama belum menikah lagi, maka harta gono gini sepenuhnya dapat digunakan untuk keperluan hidupnya. 

Pembagian harta gono gini cerai mati tanpa anak ketika seorang janda atau duda masih memiliki harta yang berkecukupan, maka pembagian harta gono gini akan dibagikan kepada kerabat janda atau duda dengan jumlah sama besar. Pembagian harta gono gini cerai mati tanpa anak sebenarnya tidak ada ketentuan khusus dalam pembagiannya, selama masih disepakati oleh pihak yang memiliki hak atas harta bersama tersebut.

Menurut putusan Mahkamah Agung yang mengatur mengenai hukum cerai mati, pihak-pihak yang dapat menggugat atas pembagian harta gono gini hanya pada anak atau suami atau istri yang ditinggalkan. Adapun acuan dalam pembagian harta gono gini akan berlandaskan hukum agama, hukum adat dan hukum-hukum yang telah disepakati oleh pihak pemilik harta.

Pembagian Harta Gono Gini Cerai Mati Dalam Islam

Mengenai pembagian harta gono gini cerai mati tanpa anak, yang perlu Anda ketahui ketentuan pembagian harta bersama menurut Inpres No. 1 Tahun 1991 tentang penyebarluasan Kompilasi Hukum Islam. 

  1. Pembagian harta gono gini atau harta bersama karena pasangan meninggal atau cerai mati, harta tersebut akan menjadi hak pasangan hidup lebih lama.
  2. Pembagian harta gono gini atau harta bersama untuk seorang suami atau istri yang menghilang tanpa kejelasan, maka pembagiannya harus ditangguhkan hingga mendapatkan kepastian kematian yang hakiki secara hukum dan putusan pengadilan agama.

Pembagian harta gono gini cerai mati tanpa anak sebenarnya bisa saja diatur dalam perjanjian pranikah untuk menghindari gugurnya harta gono gini, namun jika seorang pasangan tidak memiliki perjanjian pranikah, maka ketentuan dan penjelasan ini dapat menjadi acuan pembagian harta bersama.

Baca Juga: Cara Pembagian Harta Gono Gini Sesuai Dengan Ketentuan Hukum

Konsultasikan Masalah Pembagian Harta Gono Gini Cerai Mati Melalui Justika

Anda bisa berkonsultasi dengan advokat terpercaya perihal pembagian harta gono gini cerai mati yang sudah berpengalaman lebih dari 5 tahun dengan seleksi yang ketat di Justika guna mendapatkan solusi atas permasalahan Anda melalui beberapa layanan berbayar berikut:

Konsultasi via Chat

Kini, konsultasi chat dengan advokat berpengalaman hanya mulai dari Rp 30.000 saja. Dengan harga tersebut Anda sudah bisa mendapatkan solusi permasalahan hukum Anda dengan cara menceritakan permasalahan yang dihadapi melalui kolom chat. Nantinya sistem akan mencari advokat guna membantu menyelesaikan permasalahan Anda.

Konsultasi via Telepon

Untuk permasalahan yang membutuhkan solusi lebih lanjut, Anda bisa memanfaatkan layanan konsultasi telepon mulai dari Rp 350.000 selama 30 menit atau Rp 560.000 selama 60 menit.

Konsultasi via Tatap Muka

Konsultasi tatap muka bisa dilakukan ketika Anda benar-benar membutuhkan saran secara langsung dari advokat terpercaya untuk kasus yang lebih rumit. Hanya dengan Rp 2.200.000 saja, Anda sudah bisa bertemu secara langsung selama 2 jam untuk bertanya lebih dalam hingga menunjukkan dokumen-dokumen yang relevan untuk membantu permasalahan Anda.


Seluruh informasi hukum yang ada di artikel ini disiapkan semata-mata untuk tujuan pendidikan dan bersifat umum. Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan konsultan hukum berpengalaman dengan klik tombol konsultasi di bawah.