Untuk hukum istri menikah lagi tanpa surat cerai telah menjadi hal yang perlu dipahami. Apalagi zaman sekarang sering terdapat masalah pasangan perkawinan. Misalnya istri sudah tidak tahan lagi dengan suaminya.

Contohnya sang suami tersebut sudah tidak mau lagi memberi nafkah pada pasangan. Termasuk juga tidak ingin memberi nafkah pada anak-anaknya. Tapi sayangnya dia juga tidak mau mengurus semua berkas pernikahan.

Tentunya keadaan seperti ini dapat membuat pihak istri merasa tidak nyaman. Kemudian tidak menutup kemungkinan memutuskan berpisah dengan suaminya. Lalu memulai hidup baru karena menemukan pasangan lagi.

Kalau kita berbicara soal bisakah suami menikah lagi tanpa surat cerai, pastinya bisa. Terlebih karena mereka memang diperbolehkan untuk melakukan poligami. Tapi berbeda dengan wanita yang tidak diperbolehkan poligami.

Secara hukum, istri harus mencari tahu mengenai detail yang dibutuhkan. Termasuk mengenai apa langkah yang diperlukan agar bisa menikah. Tentu tanpa harus adanya akta perceraian resmi dari Pengadilan Agama.

Belum lagi jika nantinya dibutuhkan adanya gugatan dari pihak istri tersebut. Tentu dengan tujuan agar bisa berpisah dengan baik bersama suami. Selain itu kalaupun menikah lagi bisa dilakukan secara resmi.

Mengenal Hukum Istri Menikah Lagi Tanpa Surat Cerai

Untuk mengurus hal semacam ini, memang harus membedakan antara muslim dan muslim. Jadi, tempat mengurusnya juga dibedakan berdasarkan perbedaan tersebut. Misalnya Pengadilan Agama bagi Muslim dan Pengadilan Negeri.

Selain itu kita bisa juga mengikuti instruksi presiden pada No. 1 Tahun 1991 KHI. Isinya mengenai putusnya perkawinan disebabkan gugatan perceraian atau talak. Caranya dijatuhkan oleh suami pada pengadilan.

Sementara itu apabila diucapkan di luar dari pengadilan, maka sebenarnya masih bisa digunakan. Tapi sayangnya hukum istri menikah lagi tanpa surat cerai hanya berlaku secara agama saja. Jadi, untuk benar-benar berpisah secara resmi, maka harus cerai sah.

Untuk melihat ketentuan soal talak, terdapat ada Pasal 117 KHI. Begitu juga Pasal 129 KHI  di mana permohonan talak bisa secara lisan dan tertulis. Tentunya dilakukan pada domisili Anda tinggal.

Setelah meminta talak, tentunya tidak akan benar-benar sudah cerai. Melainkan harus menuju Pengadilan agar bisa keluar putusan resmi. Pastinya terdapat banyak step atau prosedur persidangan perlu dijalankan.

Pastikan untuk mengikuti setiap persidangan agar bisa cepat selesai. Termasuk tidak mencoba melakukan kecurangan soal harta maupun kebutuhan lainnya. Apalagi jika sudah memiliki anak atau keturunan.

Sementara itu untuk cara mengurus surat cerai tanpa buku nikah, maka masih dapat dilakukan. Tapi syaratnya memiliki ganti seperti fotocopy atau surat kehilangan. Surat kehilangan bisa dibuat lewat kantor polisi.

Gugatan yang Dilakukan Istri Pada Suaminya

Untuk hukum istri menikah lagi tanpa surat cerai, bisa melihat Pasal 132 ayat 1 KHI. Terutama berkaitan dengan talak yang diberikan oleh istri. Gugatan ini sebenarnya kurang lebih bentuknya sama.

Melihat ketentuan tersebut, kita sudah tahu talak bisa diminta antara suami dan istri. Untuk pernikahan sang istri dengan orang lain tapi belum bercerai, lebih tepatnya dapat menengok Pasal 284 KUHP.

Pasal ini sendiri masih berhubungan dengan perzinaan karena belum keluar akta cerai. Jika memaksa untuk melakukan perkawinan, artinya bisa terdapat persetubuhan terlarang. Bila pihak suami merasa dirugikan, bisa menggugat.

Gugatan ini sendiri sebenarnya masih tergolong sebagai delik aduan absolut. Dalam artian akan terdapat hukuman jika ada duan dari suaminya. Tapi kalau membiarkan saja, tapi tidak bisa dituntut.

Disini istri masih terbilang dilarang melakukan pernikahan baik dari agama maupun perdata. Terlebih karena masih memiliki ikatan bersama suami lamanya. Bila melaksanakan pernikahan sirri sekalipun dianggal zina.

Perlu diketahui kalau untuk bercerai, kita tidak bisa hanya mengandalkan talak. Melainkan perlu ada putusan lanjut dari pihak pengadilan mengenai keputusan akhir. Termasuk pemberian surat cerai pada suami dan istri.

Jika melihat ketentuannya, maka cara menikah lagi tanpa akta cerai bagi wanita dianggap mustahil. Pastikan untuk memiliki akta cerai sebelum menikah kembali. Tujuannya agar tidak melanggar hukum perdata dan agama.
Bila tidak ingin terdapat permasalahan, lebih baik mendapat dampingan kuasa hukum. Terlebih jika ada konflik dengan mantan suami dan keluarga. Hukum istri menikah lagi tanpa surat cerai juga wajib diikuti.

Bila tidak ingin terdapat permasalahan, lebih baik mendapat dampingan kuasa hukum. Terlebih jika ada konflik dengan mantan suami dan keluarga. Hukum istri menikah lagi tanpa surat cerai juga wajib diikuti.

Tanyakan Pada Justika Permasalahan Menikah Lagi Tanpa Surat Cerai

Biasanya pernikahan setelah talak bisa terjadi ketika sudah melalui masa iddah. Namun bisakah menikah kembali ketika belum ada surat cerai? Mitra advokat Justika bisa membantu kebingungan Anda terkait masalah tersebut melalui beberapa layanan berbayar berikut:

Layanan Konsultasi Chat

Konsultasi hukum kini lebih mudah dan terjangkau hanya dengan Rp. 30.000 saja menggunakan layanan konsultasi chat dari Justika. Kunjungi laman ini dan ketik permasalahan hukum yang ingin ditanyakan pada kolom chat. Selanjutnya Anda bisa melakukan pembayaran sesuai dengan instruksi. Tunggu sesaat dan sistem akan segera mencarikan konsultan hukum yang sesuai dengan permasalahan Anda.

Layanan Konsultasi via Telepon

Apabila fitur chat tidak mengakomodir kebutuhan, Anda bisa memanfaatkan layanan konsultasi via telepon dari Justika. Dengan layanan ini, Anda bisa mengobrol dengan Mitra Konsultan Hukum dengan lebih mudah dan efektif melalui telepon selama 30 hanya dengan rp. 350.000 atau Rp. 560.000 selama 60 menit (sesuai pilihan Anda), untuk berdiskusi lebih detail mengenai permasalahan hukum yang dialami.

Layanan Konsultasi Tatap Muka

Ingin berdiskusi lebih lanjut? Tenang, Anda juga dapat berkonsultasi secara langsung dengan para Mitra Advokat Justika secara lebih leluasa lewat layanan Konsultasi Tatap Muka. Adapun lama diskusi sekitar 2 jam hanya dengan Rp. 2.200.000 saja (dapat lebih apabila Mitra Advokat bersedia). Dengan biaya tersebut, Anda dapat bercerita, mengajukan pertanyaan secara lebih bebas dan mendalam, termasuk menunjukan dokumen-dokumen yang relevan.


Seluruh informasi hukum yang ada di artikel ini disiapkan semata-mata untuk tujuan pendidikan dan bersifat umum. Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan konsultan hukum berpengalaman dengan klik tombol konsultasi di bawah.