Pendampingan hukum diperlukan bagi setiap orang yang berhadapan dengan hukum baik sebagai tersangka, korban maupun saksi. Namun tidak semua orang dapat menyewa jasa advokat untuk mendampinginya menghadapi kasus hukum. Namun, ada mekanisme bantuan hukum gratis bagi mereka yang tidak mampu untuk membela dirinya dengan cara menyewa jasa pengacara.

Bantuan hukum gratis ini dapat diberikan langsung oleh pengacara yang disebut dengan pro bono atau melalui lembaga bantuan hukum (LBH) yang menangani kasus-kasus yang melibatkan masyarakat kurang mampu. Perbedaan kedua jenis bantuan hukum ini terletak di mekanismenya.

Perbedaan Bantuan Hukum Pro Bono dan LBH

Bantuan hukum yang diberikan cuma-cuma oleh seorang pengacara atau advokat secara pribadi disebut dengan pro bono. Sedangkan bantuan hukum gratis dari LBH disebut juga dengan legal aid.

Kedua jenis bantuan hukum ini sebenarnya berbeda. Menurut UU No. 16 Tahun 2011 tentang Bantuan Hukum, legal aid atau bantuan hukum dijelaskan sebagai bantuan hukum gratis yang diberikan oleh LBH kepada penerima bantuan hukum. Sedangkan pro bono, mengacu kepada bantuan jasa hukum dari pengacara kepada klien tanpa menerima bayaran atau honorarium.


Secara prinsip, bantuan hukum melalui LBH adalah tindakan negara yang merupakan bagian dari tanggung jawab sosial untuk membantu masyarakat yang tidak mampu untuk mendapatkan pendampingan hukum. Sedangkan pro bono adalah tanggung jawab pribadi maupun kolektif para advokat untuk membantu masyarakat secara sukarela dengan cara memberikan bantuan hukum gratis.

Sejarah Singkat Bantuan Hukum di Indonesia

Pada tahun 1969, Adnan Buyung Nasution, seorang mantan jaksa mencetuskan gagasan tentang lembaga bantuan hukum dalam kongres Persatuan Advokat Indonesia (Peradin). Gagasan Adnan itu dimanifestasikan menjadi LBH Peradin di Jakarta yang didirikan pada tahun 1970. LBH Peradin ini merupakan cikal bakal LBH Jakarta yang kita kenal saat ini. Mulai dari situlah bermunculan LBH-LBH lain di berbagai daerah di Indonesia seperti LBH Surakarta, Bandung, Yogyakarta dan kota-kota lainnya.

Lokasi Lembaga Bantuan Hukum Gratis

Berikut ini beberapa LBH yang menawarkan bantuan hukum gratis di berbagai kota di Indonesia:

  1. Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia

LBH Jakarta beralamat di Jalan Diponegoro No. 74, Jakarta Pusat. Untuk mencari info lebih lanjut mengenai LBH ini, Anda dapat mengunjungi situs ylbhi.or.id

  1. LBH Bandung

LBH Bandung terletak di Jalan Rereng Wulung No. 33, Sukaluyu, Bandung. Anda dapat mengunjungi situs internet LBH ini melalui lbhbandung.or.id

  1. LBH Yogyakarta

LBH Yogyakarta berada di Jalan Ngeksigondo No. 5 A, Kota Gede, Yogyakarta. Situs webnya dapat Anda kunjungi di lbhyogyakarta.org untuk mencari info mengenai bantuan hukum gratis.

  1. LBH Surabaya

Terletak di Jalan Kidal  No. 6, Surabaya. Kunjungi website LBH Surabaya di bantuanhukumsby.or.id

  1. LBH Medan

Kunjungi LBH Medan yang terletak di Jalan Hindu No. 12, Medan untuk mendapatkan bantuan hukum gratis.

  1. LBH Bali

Lembaga Bantuan Hukum Bali terletak di Jalan Plawa No. 57, Denpasar, Bali.

Konsultasikan Terlebih Dahulu Jika Anda Masih Ragu

Jika Anda memiliki keraguan tentang bantuan hukum gratis, Anda bisa berkonsultasi terlebih dahulu dengan mitra advokat andal dan profesional Justika. Anda bisa memanfaatkan layanan hukum Justika lainnya, seperti Layanan Konsultasi Chat, Konsultasi via Telepon dan  Konsultasi Tatap Muka.

Lawyer yang bergabung di Justika merupakan lawyer pilihan yang melalui proses rekrutmen yang cukup ketat dengan pengalaman paling sedikit, yaitu 5 tahun berkarir sebagai advokat.

Kini, konsultasi chat dengan advokat berpengalaman hanya mulai dari Rp. 30.000 saja. Dengan harga tersebut Anda sudah bisa mendapatkan solusi permasalahan hukum Anda dengan cara menceritakan permasalahan yang dihadapi melalui kolom chat. Nantinya sistem akan mencari advokat guna membantu menyelesaikan permasalahan Anda.

Untuk permasalahan yang membutuhkan solusi lebih lanjut, Anda bisa memanfaatkan layanan konsultasi telepon mulai dari Rp. 350.000 selama 30 menit atau Rp. 560.000 selama 60 menit.

Konsultasi tatap muka bisa dilakukan ketika Anda benar-benar membutuhkan saran secara langsung dari advokat terpercaya untuk kasus yang lebih rumit. Hanya dengan Rp. 2.200.000 saja, Anda sudah bisa bertemu secara langsung selama 2 jam untuk bertanya lebih dalam hingga menunjukkan dokumen-dokumen yang relevan untuk membantu permasalahan Anda.

Seluruh informasi hukum yang ada di artikel ini disiapkan semata-mata untuk tujuan pendidikan dan bersifat umum. Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan konsultan hukum berpengalaman dengan klik tombol konsultasi di bawah.

Baca Juga: 6 Tips Saat Pertama Kali Berurusan Dengan Hukum


Seluruh informasi hukum yang ada di artikel ini disiapkan semata-mata untuk tujuan pendidikan dan bersifat umum. Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan konsultan hukum berpengalaman dengan klik tombol konsultasi di bawah.