Bisakah diam-diam menggugat cerai istri bagi suami yang sedang dilanda permasalahan rumah tangga? Jika Anda menanyakan pertanyaan tersebut, maka jawabannya adalah bisa asalkan dengan memenuhi setiap prosedur yang ada.

Seperti diketahui, prosedur saat mengajukan proses perceraian untuk pihak istri pada dasarnya berhubungan dengan dokumen dan surat-surat di mana harus dipersiapkan terlebih dahulu. Jika memang rumah tangga sudah tidak bisa dipertahankan, maka gugatan cerai adalah pilihannya.

Untuk bisa mengajukan gugatan cerai, tentu tindakan pertama yang bisa dilakukan yaitu dengan cara mendaftarkan gugatan terlebih dahulu. Untuk pemeluk agama Islam, gugatan ini sendiri bisa dilakukan melalui Pengadilan Agama.

Bisakah Diam-Diam Menggugat Cerai Istri dengan Baik?

Jika kalian bingung bagaimana tata cara dan syarat dalam mengajukan surat cerai, maka pertama-tama Anda harus tahu terlebih dahulu di mana gugatan tersebut bisa diajukan.

Apabila di sini Anda adalah adalah pihak penggugat cerai, maka bisa disebut Anda adalah pihak penggugat dan lawan kalian bisa disebut dengan tergugat.

Cara pertama, kalian dapat coba mulai membuat gugatan. Surat ini bisa dibuat oleh penggugat langsung atau melalui bantuan pengacara. Apabila sudah siap, kalian bisa mengunjungi Pengadilan Agama di lokasi kalian menetap.

JIka Anda adalah seorang istri di mana tengah menetap di luar negeri, maka gugatan tersebut bisa diajukan melalui Pengadilan Agama di mana suami telah menetap. Namun apabila kedua pihak berada diluar negeri, berarti surat diajukan di lokasi pernikahan dahulu.

Setelah melengkapi semua kebutuhan dokumen, maka perceraian tanpa persetujuan pasangan sudah dapat dilakukan baik. Selanjutnya, kalian perlu mempersiapkan adanya saksi dan bukti. Ingat, semua bukti tadi disiapkan adalah bukti-bukti di mana sifatnya kebenaran. Menggugat cerai istri bisa dilakukan oleh suami bila dokumen sudah siap.

Adapun bentuk bukti tersebut dapat menggunakan copy Putusan Pengadilan, apabila alasan yang digunakan adalah pihak suami sedang menjalani hukuman penjara selama 5 tahun lamannya. Hal ini juga dibahas secara lengkap pada Pasal 75 UU No. 7.

Bukti pengadilan lain dapat berupa surat dari pemeriksaan ahli. Surat pemeriksaan ini sendiri berasal dari pihak pengadilan. Bukti ini digunakan apabila sang suami tengah mengalami cacat fisik maupun penyakit yang tidak bisa memenuhi kewajibannya.

Selanjutnya, bukti pengadilan lain dapat berupa pengakuan dari saksi. Adapun saksi disini bisa berasal dari keluarga maupun keluarga terdekat yang tahu bagaimana persis kronologi pertikaian antara suami dan istri ini.

Isi Pada Surat Pengajuan Perceraian

Jika kalian masih bingung mengenai pertanyaan bisakah diam-diam menggugat cerai istri, maka selanjutnya Anda harus tahu apa saja isi pada Surat Pengajuan Perceraian yang dibuat sebelumnya.

Adapun isi surat tersebut mencakup sebagai berikut. Pertama identitas dari kedua belah pihak. Kemudian identitas para pihak ini juga dilengkapi dengan informasi tambahan yang berhubungan dengan status kewarganegaraan, agama, serta profesi.

Kedua, isi surat pengajuan juga berisi posita atau alasan mengapa penggugat menggugat. Adapun isi pada alasannya wajib berbentuk kronologis semenjak awal mula pernikahan sampai dengan kejadian hukum yang datang hingga menggugat cerai istri.

Untuk masalah tuntutan hukumnya sendiri, sesuai dengan Pasal 31 PP No. 9 juga dibahas bentuk tuntutan yang isinya sebagai berikut. Pertama dan juga mengabulkan tuntutan pihak penggugat, kemudian menyatakan pernikahan resmi putus, menyatakan hak atas pemeliharaan anak, dan lainnya.

Sebelum putusan final nanti diketuk oleh hakim, cara mengajukan gugatan cerai tanpa sepengetahuan suami juga perlu mengetahui apa itu gugatan provisional. Gugatan provosional ini dibahas dalam Pasal 77 dan 78 UU No. 7/89.

Isi dari gugatan provesional ini di antaranya mencakup. Pemberian izin kepada istrik untuk dapat tinggal secara terpisah dengan suami. Izin ini diberikan dengan tujuan untuk meminimalisir terjadinya bahaya yang muncul saat tinggal bersama.

Kemudian, memutuskan biaya hidup untuk istri dan anak yang sudah sewajibnya diberikan oleh suami. Selanjutnya memutuskan perkara lain di mana dibutuhkan untuk menggaransi pemeliharaan dan edukasi bagi anak-anak.Terakhir yaitu memutuskan perkara patut bagi terpeliharanya perabotan dan nantinya menjadi harta bersama atau barang-barang bawaan masing-masing sebelum pernikahan. Dengan informasi tersebut, maka tidak ada lagi pertanyaan bisakah diam-diam menggugat cerai istri?


Seluruh informasi hukum yang ada di artikel ini disiapkan semata-mata untuk tujuan pendidikan dan bersifat umum. Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan konsultan hukum berpengalaman dengan klik tombol konsultasi di bawah.