Surat perjanjian hutang piutang - Aktivitas hutang piutang sudah sangat biasa di Indonesia, apalagi saat masa pandemi seperti sekarang ini rendahnya perekonomian masyarakat membuat beberapa diantaranya memutuskan untuk berhutang.

Namun jika Anda akan melakukan peminjaman uang dalam jumlah yang besar maka diperlukan surat perjanjian hutang piutang sebagai bukti pertanggungjawaban Anda. Menggunakan surat perjanjian ini akan menjadikan sebagai bukti yang kuat seperti akta otentik yang tidak bisa dibantah kebenarannya.

Perlu Anda ketahui bahwa hutang piutang merupakan masuk ke dalam hukum perdata, sehingga surat pernyataan hutang piutang sangat diperlukan jika Anda akan melakukan peminjaman kepada perusahaan atau bank.

Berbicara soal akta otentik, Anda perlu paham bahwa akta otentik merupakan surat yang dibuat di hadapan pada pejabat umum dan sesuai dengan undang-undang, seperti akta yang dibuat oleh notaris. Sehingga surat tersebut di buat dan ditandatangani oleh kedua belah pihak yakni oleh debitur dan kreditur sebagai bukti terdapat adanya aktivitas hutang, selain itu juga terdapat surat perjanjian pelunasan hutang.

Apa Itu Surat Perjanjian Hutang?

Surat Perjanjian Hutang atau yang biasa disebut dengan SPH merupakan dokumen resmi yang berfungsi sebagai acuan dari kegiatan peminjaman barang atau uang oleh pemilik dan penerima pinjaman. Surat perjanjian ini berisi tentang kesepakatan dan segala informasi yang menyatakan tata aturan dari kegiatan peminjaman tersebut.

Tujuan Pembuatan Surat Perjanjian Hutang

  • Sebagai bukti kegiatan hutang piutang
  • Melindungi hak dan kewajiban para pihak yang terlibat
  • Sebagai upaya untuk meminimalisir resiko terjadinya konflik

Elemen Surat Perjanjian Hutang Piutang

Jika Anda akan melakukan hutang piutang maka Anda perlu belajar bagaimana cara membuat surat perjanjian hutang piutang dengan mengetahui elemen utama sebelum menyusun suratnya. Selain itu Anda juga dapat membuat surat perjanjian pembayaran hutang dan surat pernyataan pembayaran hutang. Akan tetapi pada artikel ini akan membahas bagaimana cara membuat dan beberapa komponen utama dalam pembuatan surat perjanjian hutang piutang.

1. Judul

Pertama yang perlu kalian tulis adalah judul yaitu objek yang akan diperjanjikan, dengan cara jelas dan menggunakan huruf kapital diletakkan pada bagian tengah kertas.

2. Pembuka

Bagian pembuka ini biasanya berisi mengenai maksud dan tujuan dari surat itu dibuat serta beberapa biodata pribadi dari kedua belah pihak seperti nama lengkap, nomor telepon, kartu identitas, profesi/pekerjaan, alamat, dan beberapa keterangan pribadi lainnya.

3. Isi

Pada bagian isi terdapat mengenai isi dari surat itu mengapa dibuat, seperti berapa nominal yang akan dipinjam, tujuan mengapa melakukan pinjaman, dan beberapa pasal-pasal sebagai perjanjian. Pada pasal yang terdapat di dalamnya yaitu mengenai nominal yang perlu dibayar, berapa jumlah bunga yang perlu dibayar, tanggal waktu pembayaran, syarat serta metode pembayaran, dan hal-hal yang perlu dicantumkan di dalam surat tersebut.

4. Penutup

Sama seperti surat pada umumnya, pada surat perjanjian hutang piutang ini juga memiliki penutup. Penutup yang terdapat pada surat ini biasanya berisi mengenai harapan serta menegaskan bahwa pembuatan surat tersebut tidak ada paksaan dari pihak manapun dan juga terdapat saksi-saksi yang menyaksikan. Selain itu pada bagian penutup juga berisi mengenai tanda tangan yang akan ditandatangani oleh kedua belah pihak dan perwakilan dari para saksi.

Fungsi Surat Perjanjian Hutang Piutang

Hutang piutang selain membutuhkan bukti surat, tentunya juga membutuhkan bukti secara lisan, subjek, waktu dan nominal agar terhindar dari penipuan. Seperti dokumen surat lainnya, maka fungsi dari surat ini ialah sebagai bukti fisik yang menjadi bukti jika memang terdapat adanya hutang piutang antara kedua belah pihak dan menjadi bukti yang sah apabila nantinya terdapat perselisihan atau sengketa.

Hal ini dikarenakan saat ini banyaknya miskomunikasi antara debitur dan juga kreditur, misalnya debitur kabur atau menunda pembayaran hutang yang telah ditentukan, atau bisa jadi kreditur lupa akan nominal yang telah dihutangkan.

Maka dari itu untuk meminimalkan resiko hal tersebut, surat hutang piutang menjadi bukti yang sah dan perlu disimpan secara baik-baik. Akan tetapi kenyataanya sekarang ini jika terdapat salah satu pihak yang merasa dirugikan maka akan mudah disangkal oleh beberapa pihak tertentu. Sehingga perlu adanya saksi yang bertanda tangan dalam surat tersebut. Anda juga dapat membuat surat perjanjian bayar hutang jika memang merasa perlu.

Contoh Surat Perjanjian Hutang Piutang

Di bawah ini terdapat contoh surat perjanjian bayar hutang yang dapat digunakan sebagai referensi untuk Anda, bahkan jika Anda akan membuat surat pernyataan kesanggupan membayar hutang, Anda juga bisa menjadikan surat ini sebagai contoh.

PERJANJIAN HUTANG PIUTANG

Berdasarkan perjanjian yang telah dibuat pada hari Rabu, Tanggal 21 Juli 2021 dari dan antara:

Nama : Susilowati

No. KTP : 66909765481236

Pekerjaan : Pengusaha

Alamat : Jalan Teratai, Jakarta

No. Telepon : 082635493648

Dalam hal ini melakukan tindakan atas nama sendiri dan selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA

Nama : Wawan Dermawan

No. KTP : 669282654357277

Pekerjaan : Pengusaha

Alamat : Jalan Anggur, Jakarta

No. Telepon : 082336276427

Dalam hal ini melakukan tindakan atas nama sendiri dan selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA

Berdasarkan dengan perjanjian yang telah dibuat maka kedua belah pihak akan memberikan penerangan dengan sebagai berikut:

  1. Bahwa pada tanggal 21 Juli 2021 PIHAK PERTAMA telah sah memiliki hutang sebesar Lima Puluh Juta Rupiah kepada PIHAK KEDUA
  2. Setelah pengajuannya PIHAK PERTAMA menerima uang sebesar Lima Puluh Juta Rupiah yang telah diberikan dan juga telah disetujui oleh PIHAK KEDUA pada tanggal 21 Juli 2021
  3. PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA telah bersepakat bahwa pembayaran hutang akan dibayar dengan bunga secara tunai sebesar 0,5% dengan janji waktu pada tanggal 21 Oktober 2021
  4. Apabila waktu pembayaran telat dilakukan maka PIHAK PERTAMA dan juga PIHAK KEDUA telah bersepakat bahwa dari PIHAK KEDUA akan memberikan denda sebesar Dua Juta Rupiah dengan menggunakan batas waktu bulan berikutnya
  5. Perjanjian hutang ini dirangkap menjadi dua bermeterai dan dimana kedua belah pihak memiliki hukum yang sama-sama kuat serta berlaku kepada kedua belah pihak yang telah menandatangani surat tersebut
  6. Adapun beberapa hal yang belum dicantumkan dalam surat perjanjian ini maka akan diatur dengan sedemikian rupa dan berdasarkan dengan kesepakatan dari dua belah pihak.

Demikian surat perjanjian ini dibuat secara sadar dan tanpa paksaan dari pihak manapun dari kedua belah pihak.

Jakarta, 21 Juli 2021

Pihak Pertama Pihak Kedua

(tanda tangan) (tanda tangan)

(nama lengkap) (nama lengkap)

1…………….

2…………….

Contoh Surat Pernyataan Hutang Berbatas Waktu

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama : .......

NIK : .......

Alamat :.......

Dengan ini membuat pernyataan sebagai berikut:

  1. Telah meminjam uang tunai sebesar Rp100.000.000 (Seratus Juta Rupiah) kepada saudara Torik dengan jaminan Bilyet Giro Nomor xxxxxx.
  2. Berkaitan dengan poin 1 (satu), saya akan mengembalikan dana sebesar Rp 100.000.000 (Seratus Juta Rupiah) tersebut selambat-lambatnya pada tanggal 17 Agustus 2022 atau 10 Bulan terhitung dari peminjaman
  3. Apabila saya tidak menepati janji (wanprestasi) membayar pinjaman sebesar Rp 100.000.000 (Seratus Juta Rupiah) tersebut sampai batas tanggal sesuai poin 2 (dua), maka saya bersedia dituntut dan dihukum sebagaimana ketentuan hukum pidana/perdata.
  4. Saya berjanji tidak akan ada lagi negosiasi ulang terkait pengembalian pinjaman ini.

Sekian pernyataan ini saya buat dalam keadaan yang sadar, dan pikiran yang waras serta tanpa ada unsur paksaan dari pihak manapun juga.

Jakarta, 5 Oktober 2021

Yang menyatakan,

(Nama)

Contoh Surat Pernyataan Hutang dengan Jaminan Tanah

contoh surat perjanjian hutang jaminan tanah
contoh surat perjanjian hutang jaminan tanah

Contoh Surat Pernyataan Pelunasan Hutang dengan Cicilan

contoh surat perjanjian hutang dengan cicilan
contoh surat perjanjian hutang dengan cicilan

Surat perjanjian hutang piutang di atas dapat Anda jadikan contoh bersama dengan pihak yang akan berhutang atau akan dihutangi. Anda juga dapat menyimpan surat perjanjian hutang doc agar mudah ditemukan jika hilang. Selain itu jika salah satu pihak meminta untuk membuat surat pernyataan kesanggupan membayar hutang maka harus ada persetujuan antara kedua belah pihak dan tidak ada keganjilan antara kedua belah pihak.

Banyaknya surat yang saat ini dibuat oleh beberapa pihak karena sekarang ini banyak sekali kasus penipuan sehingga perlu adanya surat sebagai bukti yang kuat. Anda juga bisa mengajukan surat pernyataan pelunasan hutang maupun surat pernyataan hutang pribadi jika Anda ingin membuatnya sebagai bukti-bukti yang kuat. Saat pembuatannya pun akan lebih baik jika menyertakan KTP dan NPWP.

Baca Juga:

Utang piutang menjadi aktivitas yang tidak dapat dipisahkan dalam dunia bisnis. Namun bukan berarti Anda bisa melakukan aktifitas utang piutang tanpa adanya perjanjian yang kuat secara hukum.

Dapatkan perjanjian utang piutang dari Justika. Melalui layanan all template yang disediakan justika, Anda dapat membuat perjanjian utang piutang guna melindungi segala kebutuhan dalam aktivitas utang piutang dan dengan kekuatan hukum yang terjamin.