Contoh replik perceraian sering kali menjadi pertanyaan bagi sebagian orang yang sedang mengajukan suatu perkara. Dengan adanya replik tersebut menjadi salah satu persyaratan saat persidangan.

Seperti telah diketahui bahwa replik merupakan suatu proses dalam acara perdata. Dimana surat permohonan dibuat oleh penggugat untuk diajukan dalam persidangan.

Peran dan kedudukan replik itu sendiri sangat penting dan merupakan bagian dari sebuah gugatan. Disisi lain juga dapat difungsikan sebagai bantahan atau mematahkan dalil dan jawaban tergugat. 

Sehingga, dalam membuatnya tidak bisa dibuat secara asal-asalan. Adanya Advokat atau Pengacara akan sangat membantu sekali dalam membuat dan menyusunnya.

Unsur-unsur yang Wajib Ada dalam Contoh Replik Perceraian

Bagaimana cara membuat replik dengan benar, sehingga replik Anda dapat dibaca dan dipahami dengan baik oleh majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara. 

Majelis Hakim dapat dengan mudah mengerti isi dari replik yang akan Anda ajukan di muka sidang pengadilan, apabila telah memenuhi unsur-unsur sebagai berikut.

1. Tanggal Pengajuan

Tanggal pada surat permohonan harus ditulis sesuai hari dimana Anda menyerahkan permohonan kepada Majelis Hakim yang akan memeriksa dan mengadili perkara.

Misalnya sebagai contoh dari replik perceraian pada tanggal 15 Desember 2021, maka Anda harus menuliskan tanggal tersebut saat penyerahan surat permohonan.

2. Pihak yang Dituju

Berikutnya yang tidak kalah penting adalah mencantumkan kepada siapa surat permohonan tersebut akan diberikan. Biasanya permohonan tersebut ditujukan kepada Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara. Jangan sampai pada poin ini terlewatkan, mengingat ada kaitannya dengan perkara yang sedang dihadapi di muka pengadilan.

3. Judul Replik

Hal wajib selanjutnya adalah penulisan judul surat permohonan. Jangan sampai lupa terkait judul dari surat tersebut sebelum diajukan. Agar tidak salah, baca juga apa itu replik dan duplik.

Judul ini seringkali terabaikan oleh Advokat maupun Pengacara pada saat mengajukan permohonan kepada Majelis Hakim. Dengan demikian sangat disayangkan jika hal tersebut sampai terjadi.

Keberadaan judul pada surat permohonan menjadi sangat penting karena dapat memudahkan Majelis Hakim dalam memeriksaan perkara. Sehingga Majelis Hakim bisa memahami isi perkara.

4. Buat Pengantar Replik

Dalam contoh replik perceraian Anda harus mencantumkan pengantar, umumnya berkaitan dengan siapa saja yang dikuasakan. Sebagai contoh adalah kepada seorang Advokat atau beberapa Advokat.

Kemudian pengantar tersebut juga berisi tentang awalan apa saja yang akan Anda serahkan kepada Majelis Hakim. Misalnya pengantar tersebut berisi sanggahan berdasarkan jawaban dari tergugat. 

Jadi pengantar ini merupakan hal yang harus Anda tulis dalam surat. Untuk lebih jelasnya dapat Anda ketahui dalam contoh duplik perceraian. Baru setelahnya dibuat isi dari surat tersebut sebelum diajukan kepada Majelis Hakim. Pengantar tersebut merupakan bagian dari penyusunan replik dengan baik dan benar.

5. Isi Replik

Isi replik merupakan pokok dari segalanya. Secara umum berupa jawaban atau sanggahan eksepsi, sanggahan pokok perkara, serta eksepsi terhadap rekonvensi yang diajukan oleh tergugat.

Anda harus komprehensif dalam memberikan alasan-alasan terkait dengan jawaban yang sudah diajukan oleh tergugat. Sebaiknya, Anda harus menyampaikan alasan tersebut secara benar adanya kepada kuasa hukum atau Pengacara.

Sehingga, kuasa hukum akan mencantumkan dalil-dalil yang kuat sebagai dasar atas isi surat permohonan Anda. Tata cara jawaban replik dan Kekayaan isi surat juga menjadi penilaian khusus bagi Majelis Hakim.

6. Cantumkan Petitum

Apa itu petitum dalam contoh replik perceraian? Yakni hal-hal yang diminta atau diharapkan oleh penggugat diputuskan oleh Majelis Hakim dalam proses persidangan.

Anda juga harus mencantumkan petitum, meskipun petitum tidak harus ditulis secara keseluruhan akan tetapi biasanya dalam petitum berisi penolakan seluruh jawaban tergugat atau menerima seluruh gugatan dari penggugat.

Hal tersebut sebagai bagian dari petitum primer. Sedangkan untuk petitum subsider, disertai dengan permintaan dari seluruh pendapat Majelis Hakim. Apabila terdapat perbedaan pendapat di antara Para Hakim, hal tersebut diharapkan dapat memutuskan perkara secara adil-adilnya.

7. Cantumkan Tanda Tangan

Terakhir sebagai salah satu unsur pendukung dalam replik adalah tanda tangan. Cantumkan tanda tangan sebagai Pengacara atau tanda tangan Anda sendiri jika tidak menguasakan pada penasihat hukum.

Ketujuh unsur tersebut wajib ada dalam pembuatan surat permohonan pihak penggugat. Sehingga baru bisa diajukan di muka sidang pengadilan terkait persoal hukum. 

Dalam penyusunannya juga memerlukan pendampingan pihak terkait, agar surat permohonan berisikan serangkaian dalil atau dasar hukum untuk menguatkan gugatan terhadap tergugat.Itulah beberapa unsur dalam contoh replik perceraian. Adapun unsur lain terkait hal tersebut dapat Anda konsultasikan kepada pakar hukum atau dapat membaca dari sumber lain.


Seluruh informasi hukum yang ada di artikel ini disiapkan semata-mata untuk tujuan pendidikan dan bersifat umum. Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan konsultan hukum berpengalaman dengan klik tombol konsultasi di bawah.