Apa itu replik dan duplik? Pernahkah Anda mendengar istilah tersebut sebelumnya. Dalam persidangan terdapat beberapa tahapan dan dua hal tersebut termasuk di dalamnya.

Perlu diketahui terdapat tahap-tahap persidangan yang harus ditempuh, jika jalan damai tidak bisa mendamaikan pihak yang bersengketa. Sehingga proses pemeriksaan perkara di depan sidang, dilaksanakan melalui beberapa tahapan. 

Antara lain pembacaan gugatan, jawaban gugatan, replik, duplik, dan serangkaian lainnya hingga diakhiri putusan hakim. Agar lebih jelas dan melengkapi pemahaman tentang kedua hal tersebut, semuanya akan kami jelaskan secara detail dibawah ini.

Mengenal Apa itu Replik dan Duplik

Kedua topik ini nampaknya memang belum banyak diketahui oleh orang awam, karena memang hal tersebut berkaitan dengan proses hukum. Namun tidak menjadi masalah apabila hal tersebut perlu Anda ketahui, sebagai tambahan informasi yang bermanfaat.

Apa itu duplik dan replik? Istilah replik, secara umum merupakan jawaban balasan yang disampaikan oleh penggugat atas jawaban tergugat. Jika dalam hukum acara perdata, replik tersebut berisikan tentang dalil-dalil yang menguatkan gugatan.

Untuk memperkaya isi gugatan, sebagai penggugat dapat mengajukan dengan mengutip dari sumber pustaka, pendapat para ahli, dan sebagainya. Dalam menyusun replik itu sendiri, biasanya cukup mengikuti poin-poin jawaban yang disampaikan tergugat saat persidangan.

Anda bisa juga mencari contoh replik perceraian. Sedangkan duplik merupakan jawaban oleh tergugat atas replik dari penggugat. Isi duplik juga mengenai dalil-dalil untuk menguatkan jawaban tergugat. Duplik diajukan oleh pihak tergugat untuk meneguhkan jawabannya, lazimnya berisikan serangkaian penolakan atas gugatan.

Duplik tergugat bisa saja membenarkan isi penguat dalam replik, namun tidak menutup kemungkinan pihak tergugat menyampaikan dalil baru untuk menguatkan sanggahan terhadap replik penggugat. Lebih jelasnya terdapat pada contoh duplik perceraian.

Dalam menyampaikan replik maupun duplik harus disertai dengan teori dan dasar keilmuan atau yurisprudensi. Selain itu juga dapat diambil dari putusan Mahkamah Agung atau putusan pengadilan.

Pada tahap tersebut dapat terulang sampai beberapa kali, penyebabnya kemungkinan terjadi argumentasi satu sama lain. Sehingga terus berlangsung sampai ditemukan titik temu antara kedua belah pihak.

Untuk memudahkan Anda dalam menelaah penjelasan diatas tentang apa itu replik dan duplik, kami akan memberikan contoh kasusnya langsung. Misalnya dalam kasus perceraian, tentu akan ada dua pihak yang terlibat yakni penggugat sebagai pihak pertama dan tergugat sebagai pihak kedua.

Mereka akan didampingi oleh kuasa hukum masing-masing untuk membantu selama menjalani proses persidangan. Termasuk juga saat menyusun replik dan duplik.

Keduanya dapat menggugat atau bisa saling menyanggah satu sama lain dengan dalil atau dasar hukum. Hingga sampai pada akhir tahap yakni putusan pengadilan.

Tahapan-tahapan Dalam Sidang Kasus Perceraian

Apabila Anda sudah paham perbedaan dua hal tadi, ternyata terdapat tahapan yang harus dilalui dalam persidangan. Pada tahap awal yang dilakukan yakni dengan mendatangi ke Kantor Pengadilan Agama untuk mendaftarkan perkara, dengan membawa dokumen yang berupa blangko gugatan atau blangko permohonan.

Dokumen tersebut berisi fotokopi Akta Nikah, fotokopi KTP, dan dokumen pendukung lain. Kemudian diserahkan pada pihak yang bertugas serta akan dilakukan tindakan administrasi. 

Setelah perkara terdaftar, maka pihak pengadilan dalam hal ini diwakili oleh Juru Sita melakukan pemanggilan kedua belah pihak untuk mengikuti proses sidang di pengadilan.

Sebelum masuk ke tahap persidangan, kedua belah pihak diberikan pendampingan untuk upaya mediasi. Namun jika tidak terjadi perdamaian, maka proses pemeriksaan perkara akan dilanjutkan.

Dalam persidangan, salah seorang majelis hakim akan membacakan Surat Gugatan Penggugat dari pihak pertama. Kemudian pihak kedua juga diberi kesempatan untuk mengajukan jawaban yang berupa eksepsi maupun rekonvensi.

Eksepsi tersebut berupa menyangkal tuduhan dan rekonvensi berupa gugatan balik. Baru setelahnya masuk pada tahapan replik dan duplik yang dilakukan kedua belah pihak.

Pembuktian dalam persidangan dapat diajukan masing-masing pihak, biasanya berupa bukti surat terlampir atau saksi yang akan dihadirkan langsung. Tata cara jawaban replik juga dapat membantu saat pembuktian.

Setelah seluruh tahapan tersebut dilalui, maka dalam rapat Musyawarah Majelis Hakim akan menyampaikan pertimbangan hingga mencapai suatu keputusan berdasarkan kekuatan hukum yang sah bagi kedua pihak.

Perlu diingat bahwa serangkaian tahapan tersebut dilakukan berdasarkan Undang-Undang Perkawinan yang tertuang dalam UU No. 1 Tahun 1974 serta Peraturan Pemerintah No. 9 Tahun 1975 tentang pelaksanaannya.

Berdasarkan penjelasan diatas, dapat memberi pengetahuan terkait apa itu replik dan duplik serta beberapa tahap lainnya. Jika ingin mendalami, Anda dapat membaca referensi terkait hal tersebut atau konsultasi dengan pakar hukum.


Seluruh informasi hukum yang ada di artikel ini disiapkan semata-mata untuk tujuan pendidikan dan bersifat umum. Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan konsultan hukum berpengalaman dengan klik tombol konsultasi di bawah.