Dalam melakukan kerja sama bisnis, sangat penting bagi para pelaku kerja sama untuk dapat mengatur kesepakatan. Kesepakatan tersebut biasanya diatur di dalam surat perjanjian kerja sama. Perjanjian dalam bentuk tulis yang dibuat oleh dua pihak atau lebih menjadi hal yang utama. Jika Anda hendak melakukan perjanjian kerja sama bagi hasil, wajib untuk simak artikel ini agar benar dalam cara membuat surat perjanjian kerja sama bagi hasil.

Apa itu Kerjasama Bagi Hasil?

Surat perjanjian kerja sama merupakan bukti tertulis yang berisi ketentuan khusus atas perjanjian atau kesepakatan yang dibuat. Pihak yang terlibat kerja sama dapat terdiri dari dua atau lebih pihak yang kesemuanya memahami hak dan kewajiban yang tertuang di dalam surat perjanjian.

Dalam perjanjian kerjasama bagi hasil tentu akan disepakati terkait pembagian hasil dari kerjasama masing-masing pihak. Hal ini tertuang dalam hak dan kewajiban para pihak.

Dasar Hukum Perjanjian Kerjaama Bagi Hasil

Secara umum setiap perjanjian yang dibuat oleh pihak akan mengacu pada asas kebebasan berkontrak, sebagaimana yang diatur dalam Pasal 1338 KUHPer:

"Semua Perjanjian yang dibuat secara sah berlaku sebagai undang-undang bagi mereka yang membuatnya"

Adapun terkait dasar hukum perjanjian kerjasama bagi hasil diatur dalam UU No. 10 Tahun 1998 tentang Perubahan atas UU No. 7 Tahun 1992 tentang Perbankan (“UU 10/1998”).

Fungsi Surat Perjanjian Kerjasama

Terdapat Beberapa Fungsi pembuatan perjanjian kersama bagi hasil yang dapat Anda rasakan dalam menjalankan Bisnis Anda. Fungsi tersebut Antara lain:

Memberikan Rasa Aman Pada Masing Masing Pihak

Dengan adanya perjanjian kerjasama bagi hasil yang disepakati kedua belah pihak, maka perjanjian tersebut akan bersifat mengikat serta menjamin seluruh pihak yang terlibat dalam perjanjian tersebut untuk memenuhi segala kewajiban dan hak yang tercantum. Untuk itu, rasa aman di masing masing dapat terjaga dengan adanya perjanjian kerjasama bagi hasil tersebut.

Menjadi Acuan Dalam Batasan Hak Dan Kewajiban

Hak dan kewajiban merupakan hal yang wajib dicantumkan dalam perjanjian kerjasama bagi hasil demi menjamin semua pihak yang terlibat dapat mengetahui secara jelas akan kewajiban yang mesti dijalankan serta apa saja hak yang pantas untuk di dapatkan.

Mengurangi Terjadinya Resiko

Dalam sebuah perjanjian, resiko menjadi hal yang tak dapat terelakan. Untuk itu, perjanjian kerjasama bagi hasil dibuat demi mengurangi resiko yang dapat timbul dalam sebuah kerjasama  karena adanya acuan dan panduan dalam menjalankan kewajiban masing masing.

Landasan Penyelesaian Sengketa

Dalam perjalanannya, kerjasama dapat saja menimbulkan permasalahan baik itu permasalahan besar maupun permasalahan bersifat teknis yang dapat diperbaiki. Namun dengan adanya perjanjian kerjasama bagi hasil, permasalahan tersebut dapat segera terpecahkan dengan melandaskan perjanjian yang telah dibuat dan disepakati bersama.

Syarat Perjanjian Kerja sama Bagi Hasil

Berikut syarat yang harus dipahami pelaku kerja sama :

  1. Surat perjanjian dibuat dalam keadaan tanpa paksaan dari pihak manapun.
  2. Surat perjanjian disetujui kedua belah pihak dengan menandatangani surat yang bermeterai.
  3. Pihak yang melakukan perjanjian harus sudah dewasa dan dalam keadaan sadar saat proses perjanjian tersebut dilaksanakan.
  4. Isi dari perjanjian harus jelas dan rinci. Tidak memberikan poin yang bermakna ambigu.
  5. Isi surat perjanjian harus sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

Baca Juga: Contoh Surat Perjanjian Kerjasama Berlandaskan Hukum

Struktur Isi Surat Perjanjian Kerja sama Bagi Hasil

1. Judul

Dalam membuat surat perjanjian kerja sama, judul menjadi yang pertama perlu diperhatikan. Karena judul menjadi identitas dan mempresentasikan isi dari surat perjanjian yang dibuat.

2. Identitas Pelaku Perjanjian

Di dalam surat perjanjian harus terdapat identitas pelaku yang terlibat kerja sama. Identitas yang disebutkan ialah nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, alamat serta nomor identitas seperti NIK atau nomor paspor.

3. Premis Perjanjian

Premis perjanjian ialah keterangan pembuka yang membahas latar belakang dibuatnya perjanjian.

4. Isi Perjanjian

Pada bagian ini berisi pasal-pasal yang menjadi ketentuan kesepakatan. Butir-butir pasal harus tegas, berurutan, dan memiliki kesatuan serta keterikatan.

5. Penutup

Berisi keterangan yang menerangkan surat perjanjian menjadi alat bukti yang nantinya dapat digunakan untuk menyelesaikan perkara yang mungkin saja terjadi di kemudian hari.

6. Tanda Tangan Pelaku Perjanjian

Meliputi tanda tangan pihak-pihak yang menjalin kerja sama di atas materai dan juga terdapat tanda tangan saksi. Pada surat perjanjian kerja sama usaha, sama halnya dengan surat perjanjian kerja sama bagi hasil, yang dimana isinya terdapat pasal-pasal yang mengatur pembagian hasil.

Jadi, sudahkan anda menentukan kerja sama apa yang ingin anda lakukan? Semoga cara membuat kesepakatan dalam membuat surat kerja sama ini dapat membantu anda dalam menyusun surat perjanjian kerja sama anda.

Metode yang Dapat Digunakan Dalam Perjanjian Kerjasama Bagi Hasil

Dalam kerjasama bagi hasil terdapat metode atau mekanisme yang dapat dijalankan oleh pihak-pihak yang akan memutuskan kerjasama tersebut. Berikut beberapa metode atau mekanisme bagi hasil:

1. Profit Sharing

profit sharing merupakan metode kerjasama bagi hasil yang disepakati oleh pihak-pihak, terkait keuntungan dari suatu usaha. Keuntungan tersebut berasal dari pendapatan bersih kemudian para pelaku usaha akan membuat kesepakatan terkait pembagian keuntungan.

2. Gross profit sharing

Untuk metode gross profit sharing memiliki sedikit perbedaan dengan profit sharing, walaupun sama-sama kesepakatan bagi hasil. Pembagian keuntungan dalam gross profit sharing dihitung berdasarkan pendapatan yang dikurangi dengan harga pokok penjualan.

Laba tersebut belum termasuk ke dalam pengurangan karena pajak, biaya administrasi dan biaya lainnya.

3. Revenue Sharing

Metode kerjasama bagi hasil terakhir yaitu revenue sharing, dimana metode ini merupakan metode bagi hasil yang mana pendapatan belum dikurangi dengan biaya operasional dan komisi dalam sistem perbankan.

Penggunaan metode revenue sharing biasanya digunakan oleh perbankan syariah dengan menganut prinsip profit sharing atau pembagian laba bersih. Akan tetapi, untuk kesepakatan usaha mekanisme bagi hasil dapat ditentukan sesuai dengan akad perjanjian awal.  

Prinsip-Prinsip Bagi Hasil

1. Kesepakatan yang jelas

Dalam sebuah perjanjian kerjasama tentu harus ada kejelasan bagaimana kerjasama tersebut dilakukan, seperti untuk permodalan atau investor, apakah penggunaan modal dari investor akan digunakan seluruhnya, atau hanya sebagian.

Kemudian jika telah terjadi kesepakatan oleh pihak-pihak yang bersepakat sama-sama menyetorkan modal, perlu adanya kejelasan persentase pembagian jika rasio modal yang diberikan berbeda-beda.

2. Kejelasan dalam pemilihan usaha yang dilakukan

Penentuan jenis usaha yang dilakukan harus diketahui dan disepakati bersama, baik pemodal dan pelaksana usaha. Hal tersebut penting agar tidak timbul perselisihan di kemudian hari.

3. Ketentuan waktu bagi hasil

Dalam pembagian hasil pendapatan usaha, tentu perlu disepakati kapan proses pembagian itu dilakukan, dapat dalam kurun waktu setiap bulan, atau rentang waktu lainnya sesuai dengan kesepakatan bersama.

Hal ini tentu akan memperjelas rasa percaya antara pihak, jika terjadi keterlambatan, tentu seluruh pihak akan memahami kondisi bisnis dan bersepakat untuk menerima keterlambatan pemberian hasil.

4. Tentukan metode pembagian hasil

Metode bagi hasil harus ditentukan sejak awal dilakukannya perjanjian kerjasama bagi hasil, hal ini penting mengingat setiap pihak perlu menyepakati bahwa metode tersebut tidak memberatkan atau menguntungkan satu pihak saja.

Bagaimana Jika Salah Satu Pihak Mengingkari Perjanjian Bagi Hasil?

Salah satu pihak yang mengingkari perjanjian dapat disebut sebagai wanprestasi, dan langkah yang dapat ditempuh oleh pihak yang merasa dirugikan yaitu dengan menggunakan forum Arbitrase. Sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 5 Undang-Undang Nomor 30 tahun 1999 tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa yang berbunyi:

(1)  Sengketa yang dapat diselesaikan melalui arbitrase hanya sengketa di bidang perdagangan dan mengenai hak yang menurut hukum dan peraturan perundang-undangan dikuasai sepenuhnya oleh pihak yang bersengketa.
(2)  Sengketa yang tidak dapat diselesaikan melalui arbitrase adalah sengketa yang menurut peraturan perundang-undangan tidak dapat diadakan perdamaian.

Hal ini tentu akan mendapat penolakan dari Pengadilan, jika dalam isi perjanjian para pihak mentukan penyelesaian sengketa dalam forum Arbitrase.

Baca juga: Bagaimana Langkah Hukum Jika Perjanjian Bagi Hasil Tidak Sesuai?

Contoh Perjanjian Kerjasama Bagi Hasil

Dokumen di atas adalah contoh. Buat perjanjian yang spesifik untuk kebutuhan bisnis Anda, lebih mudah dan murah dengan template dari advokat berpengalaman.

Contoh Surat Perjanjian Kerjasama Bagi Hasil Bidang Jasa

contoh Surat Perjanjian Kerjasama Bagi Hasil Bidang Jasa
Download PDF Download DOC

Contoh Surat Perjanjian Kerjasama Bagi Hasil Usaha Dagang

Contoh Surat Perjanjian Kerjasama Bagi Hasil Usaha Dagang
Download PDF Download DOC

Contoh Surat Perjanjian Kerjasama Bagi Hasil Usaha Pertanian

Contoh Surat Perjanjian Kerjasama Bagi Hasil Usaha Pertanian
Download PDF Download DOC

Contoh Surat Perjanjian Kerjasama Bagi Hasil Usaha Peternakan

Contoh Surat Perjanjian Kerjasama Bagi Hasil Usaha Peternakan
Download PDF Download DOC

Selesaikan Pembuatan Surat Perjanjian Kerja sama Bagi Hasil dengan Layanan Justika

Konsultasikan Jika Anda Masih Bingung!

Jika Anda masih merasa bingung apa yang harus dilakukan. Jangan khawatir, Justika menyediakan beberapa layanan konsultasi untuk membantu Anda menyelesaikan surat perjanjian kerja sama bagi hasil. Dengan menggunakan Layanan Bisnis Justika.


Seluruh informasi hukum yang ada di artikel ini disiapkan semata-mata untuk tujuan pendidikan dan bersifat umum. Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan konsultan hukum berpengalaman dengan klik tombol konsultasi di bawah.